abuabbad.com – Jakarta, Senin 27 November 2017, dalam rangka Hari Guru Nasional 2017 saya menghadiri undangan sebagai narasumber dari salah satu stasiun televisi swasta dalam program Intermezzo live di iNews Tv. Bincang santai ini membicarakan seputar pengalaman dan trik mengajar dari guru. Selain saya, hadir pula salah satu relawan dari Indonesia Mengajar yang pernah mengajar di pedalaman Kalimantan Timur selama setahun memalui progran Gerakan Indonesia Mengajar. More »

Mari mengenang jasa guru-guru kita…

Geliat kebanggaan dengan profesi guru itu nampak setiap masuk tanggal 25 Nopember sebagai HUT (PGRI) atau Hari Guru dimana banyak sekolah dan guru-gurunya menjalankan upacara untuk menghormati jasa para guru. Sebagian berseragam khas batik paduan warna hitam putih (yang katanya melambangkan tinta dan buku) memenuhi lapangan dan arena-arena sekolah untuk melaksanakan upacara. Apalagi jaman now, guru bukanlah pekerjaan yang dipandang sebelah mata seperti dulu. “Jangan nikah sama guru, kamu nanti susah, mau dikasih makan apa nanti…”, “jangan jadi guru, gajinya kecil, cari aja pekerjaan yang lain yang lebih enak….”. Begitulah kira-kira mendengar cerita beberapa guru-guru yang sudah lama mengabdikan dirinya di dunia pendidikan. Statement seperti itu sering muncul di jaman dahulu dimana profesi guru masih dipandang sebelah mata. Determinasinya simple, karena penghasilannya kecil. Begitulah alasan orang tua dulu kalo berpesan kepada anak gadisnya yang mau menikah agar tidak dengan lelaki yang berprofesi sebagai guru, atau kepada puteranya yang ingin mencari pekerjaan untuk tidak bekerja sebagai guru. Lalu, kenapa saya mau jadi guru? More »

Silahkan Kerjakan Sesuai Petunjuk Di Dalam Soal.