Kurikulum 2013Dalam rangka menunjang keberlangsungan kurikulum 2013 (Kurtilas) pemerintah telah mengadakan Bimbingan Teknis (Bintek) kepada guru-guru melalui Dinas Pendidikan masing-masing daerah. Bukan hanya itu, setelah bintek yang dilaksanakan selama 5 hari cukup menyita waktu dan tenaga guru kini pemerintah melalui dinas pendidikan mengadakan kegiatan pendampingan yang di daerah kami (Kabupaten Bekasi) diistilahkan klaster kurtilas. Klaster kurtilas dilaksanakan dengan metode pendampingan dimana satu sekolah induk membina 5 sekolah imbas (negeri dan swasta) dengan alokasi kegiatan selama 5 kali yaitu 3 kali kegiatan IN (dilaksanakan di sekolah induk) dan 2 kali ON (dilaksanakan di sekolah imbas masing-masing). Dari situ diharapkan para guru makin jelas dan terarah dalam melaksanakan kurtilas. Pertanyaannya sudahkan para guru mengerti dan paham pelaksanaan pembelajaran kurtilas?. Menjawab pertanyaan itu pastinya kita akan mendapatkan jawaban yang beragam. Namun, setidaknya pemerintah telah memberikan arahan dan memfasilitasi kebingungan-kebingunagn para pendidik. More »

Menghadapi perubahan memang banyak lika-liku yang akan dihadapi. Setidaknya kita akan merasa bingung dengan segala sesuatunya yang berubah. Begitulah yang dirasakan oleh banyak para guru dalam menyikapi kurikulum 2013 khususnya masalah penilaian. Namun dengan kekompakan dan kebersamaan itu bisa teratasi dengan baik. Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kabupaten Bekasi yang saya rasakan sangat aktif memberikan info dan program-program merespon aktif kegelisahan para guru tersebut. Seperti hari ini, Senin 20 Oktober 2014 bersamaan dengan pelantikan presiden RI yang ke tujuh dilaksanakan pelatihan dan pengenalan model sistem penilaian dan raport digital di SMP President Jababeka Cikarang Kabupaten Bekasi. More »

Perkembangan dunia pendidikan sangat berkembang pesat di era digital seperti sekarang ini. Informasi seputar pembelajaran seakan tak ada batas untuk mengakses. Metode mengajar pun mau tidak mau harus mengalami transformasi ke arah metode yang baru, dari metode konvensional ke metode ICT (Information and Communications Technology). Namun pertanyaannya, Teachers, are you ready?. Pertanyaan tersebut disampaikan oleh salah seorang Honorary Member of International Junior Science Olympiad yang juga peneliti senior di LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) Prof. Dr. Masno Ginting pada awal presentasinya di Seminar Digital Education yang diselenggarakan oleh Pesona Edukasi (PesonaEdu). More »

Tanpa disadari beberapa pendidik berujar atau memberikan pernyataan yang justeru kontradiktif dengan sikap dan perilakunya, bahkan dengan kondisi real di sekolah.  Alih-alih untuk mendidik murid malah si pendidik lalai dengan personifikasi dia sebagai uswah hasanah bagi murid-murid yang dididiknya. Apa saja itu? berikut beberapa diantaranya: More »

Buku Cerdas Mengajar terbitan Grasindo

Buku Cerdas Mengajar terbitan Grasindo

Mengajar merupakan pekerjaan yang tak mudah. Setiap guru menginginkan muridnya mampu menyerap materi dengan baik, namun terkadang guru belum menguasai kelas dan berbagai karakter peserta didiknya. Peserta didik pun merasa bosan, jenuh, tak menarik, tak menyenangkan. Itulah sekelumit point yang ingin disampaikan oleh Tessie Setiabudi, MA, MBA dan Ir. Joshua Maruta, M.Sc di dalam bukunya berjudul “Cerdas Mengajar” yang menyuguhkan 13 kiat jitu dampingi anak belajar. Sebagai penggemar (koleksi) dan pembaca buku saya langsung tertarik ketika melihat info buku tersebut di facebook dengan fanspage Buku Cerdas Mengajar. Lebih tertarik lagi karena hasil penjualan akan didonasikan untuk pendidikan bagi anak yang kurang mampu. Diadakan juga lomba menulis Cerdas Mengajar. Tak lama kemudian saya pun langsung hunting di toko buku. Kebetulan saat saya ada urusan untuk service printer di Bekasi Cyber Park (BCP) menyempatkan mampir di toko buku Gunung Agung yang terletak di lantai 1 BCP.

Tak lama berkeliling rak-rak buku saya langsung menuju komputer yang berisi katalog (digital catalog) dan ternyata buku Cerdas Mengajar ada namun saya masih kebingungan lokasi bukunya. Dengan meminta tolong petugas akhirnya saya diantarkan ke rak buku yang dimaksud dan langsung ketemu. Rasa penasaran semakin menggebu setelah bayar di kasir sambil menuju tempat service printer untuk menanyakan problem printer, buku tersebut langsung saya buka sambil dibaca sekilas (scanning). Overall, bacaan sekilas saya mengatakan ini memang buku yang menarik bagi saya sebagai guru dan orang tua yang membutuhkan pengalaman dan kiat-kiat dalam mengajar dan mendampingi anak belajar. More »

Minggu pagi (27-01-2013) saya sudah menyibukkan diri dengan handphone. Bukan untuk sibuk dengan internetan dan sebagainya seperti biasa, melainkan menyibukkan diri untuk kontak-kontakan dengan (ajudan) Walikota Bekasi. Sehubungan dengan adanya kegiatan IGI Bekasi (Ikatan Guru Indonesia) yang mengadakan seminar “Pendidikan Karakter Dengan Metode Sentra” di ruang rapat Pemkot Bekasi bersama Yudhistira ANM Massardi dan Siska Massardi (pendiri dan kepala sekolah Batutis Al-‘Ilmi Kota Bekasi). Acara seminar ini akan dibuka oleh Walikota Bekasi sekaligus memberikan sambutan. Untuk hal mengundang walikota lebih sering saya yang menjadi mediator karena secara emosional dan kultural punya kedekatan sejak Bang Pepen sapaan akrab Dr.H. Rahmat Effendi, M.Si masih menjabat ketua DPRD Kota Bekasi dan saya mengundangnya datang ke Jogjakarta bertemu dan berdiskusi dengan teman-teman mahasiswa Bekasi di Jogja.

Dari Kiri ke Kanan: Dahli Ahmad, M.Pd (Ketum IGI Bekasi), Yudhistira Massardi,Siska Massardi, Abdul Munif (pengurus IGI Bekasi), Bhayu Sulistiawan (panitia)

Dari Kiri ke Kanan: Dahli Ahmad, M.Pd (Ketum IGI Bekasi), Yudhistira Massardi,Siska Massardi, Abdul Munif (pengurus IGI Bekasi), Bhayu Sulistiawan (panitia)

Namun karena timing terlalu singkat saya pun baru bisa mengirimkan suratnya melalui staf di ruang walikota pada H-5. Sebetulnya bisa saja saya potong kompas langsung SMS ke pak Wali. Tapi saya tidak ingin menyalahi prosedur birokrasi karenanya tetap surat permohonan saya kirimkan melalui stafnya di Pemkot Bekasi. Dalam hal ini, banyak orang yang tak mengerti dan selalu memaksakan pejabat untuk hadir ketika mengundang. Padahal kita pasti tahu yang namanya pejabat mana pun pasti setiap harinya banyak undangan menghadiri acara, bisa jadi pas kita mengundang tidak sempat hadir atau suratnya terlalu mepet untuk diagendakan. Maka jangan kesal dahulu, lebih baik berbaik sangka. Begitu juga saya waktu itu mencoba memahami. Sejak H-2 acara saya sudah SMS-an dengan staf walikota perihal jadwal tersebut dan menurut info sudah diagendakan, kabar itu pun saya teruskan ke pak Yudhis selaku narasumber seminar dan disambut doa agar pak Wali bisa hadir tidak ada halangan. More »

Rabun dan lumpuh merupakan gejala pada organ tubuh yang mengakibatkan terbatasnya manusia dalam melakukan kegiatan. Terlebih gejala tersebut bisa saja menghalangi manusia untuk mencapai tujuan. Keduanya mengindikasikan adanya hambatan dan kendala untuk memperoleh hasil. Rabun tentu terhambat dalam hal penglihatan secara fisik, lumpuh juga menghambat melakukan sesuatu secara fisik pula.

Secara lahiriyah (fisically) manusia butuh kemampuan menangkap setiap keadaan dan informasi yang mendukung kualitas dirinya. Rabun dan lumpuh bisa diartikan secara bathiniyah (mental). Dalam hal menyerap informasi dan menyampaikan informasi rabun dan lumpuh seringkali menghinggap pada aktivitas membaca dan menulis. Bagi semua profesi, membaca dan menulis hampir ditemukan dalam rangka menunjang kewajiban menjalankan tugas. Bagi karyawan mereka harus membaca standar operasional dan menuliskan laporan misalkan. Tak terkecuali bagi guru, profesi ini justeru sangat membutuhkan kompetensi membaca dan menulis. Bisa dikatakan fardhu ‘ain hukumnya. Bagaimana tidak, guru harus selalu up to date setiap informasi dalam rangka menunjang bahan ajar dan juga harus menuliskan berbagai bahan ajar serta administrasi pembelajaran sebagai agregasi dari tupoksi (tuga pokok dan fungsi) guru. More »

Senang sekali rasanya ketika bisa kembali memperoleh pencerahan, motivasi, dan inspirasi dari orang-orang yang mampu memberikan suatu karya terlebih untuk di dunia pendidikan. Seperti pada Minggu, 25/11/2012 dalam rangka Hari Guru 2013 atas inisiatif Omjay (Wijaya Kusumah, M.Pd) mengadakan pelatihan guru menulis. Namun bukan hanya itu, pelatihan tersebut juga dibarengi dengan launching buku “Guru Juga Manusia” karya pak Ukim Komarudin, M.Pd (Kepala SMP Labschool Kebayoran) yang juga pernah berpartner dengan Omjay saat di Labschool Rawamangun Jakarta. Buku tersebut sudah terbit sejak Oktober 2012, namun Omjay meminta pak Ukim untuk meluncurkan bukunya juga di hari guru untuk Ikatan Guru Indonesia (IGI).

Pelatihan ini didukung juga oleh Acer yang menyediakan doorprize satu buah laptop untuk pemenang lomba ngeblog. Narasumbernya pun merupakan para pemenang Acer Guraru Award, diantaranya pak Agus Sampurno @gurukreatif (pemenang tahun 2011), Omjay (pemenang kedua tahun 2011), dan pak Dedi Dwitagama, M.Si (pemenang tahun 2012). Bagi saya mengikuti seminar/workshop/training pak Agus, Omjay, dan pak Dedi tidak ada bosannya meskipun sudah beberapa kali, karena selalu ada hal baru dan semangat baru yang ditularkan kepada para guru. Namun untuk pak Ukim saya baru kali ini mengikuti materinya dan langsung terperangah dengan gayanya yang punya kekhasan juga dengan guyonan-guyonannya yang ringan namun bermakna. Pak Agus menyampaikan tentang motivasi menulis di blog, pak Dedi tentang writing creative, Omjay tentang tips menulis dan praktek menulis cepat, kemudian pak Ukim tentang proses kreatif kepenulisan. More »

Hal yang paling mudah untuk berinternet sehat adalah dengan tidak berinternet. Itulah statement pembuka yang dilontarkan oleh Onno W. Purbo, pemateri kedua dalam Seminar Nasional Internet Sehat Bagi Guru dan PNS Pemkot Bekasi. Menurut Onno adanya permasalahan karena ada internet, kalau tidak menggunakan internet maka tidak akan ada pornografi, sadisme, rasisme, dan lain sebagainya. Di awal materinya saja kita sudah disuguhkan beberapa fakta dan fenomena yang menarik oleh Onno. Kemudian para peserta dibuat tercengang dengan kemampuannya mengolah teknologi untuk diaplikasikan sebagai salah satu cara menggunakan internet dengan sehat.

Pantas saja kalau di materi ini Onno yang merupakan mantan dosen ITB mengatakan “pokoknya gila ini, stress deh kalo yang beginian”, sambil menunjukkan beberapa program yang dia tampilkan. Banyak sekali ide-ide gila yang dia lontarkan dan kesemuanya itu berbasis open source (OS). Jadi bisa dibayangkan bagaimana bingungnya para peserta yang mayoritas menggunakan windows. Idealisme Onno memang cukup mengagumkan. Bayangkan saja, masih menurut Onno, tiap tahunnya bangsa ini memberikan 500 juta untuk Microsoft, berarti secara tidak langsung anda-anda para pengguna “program copyright” (istilah Onno) menjadi sales/marketing yang bikin kaya mereka sedangkan kita tidak dapat apa-apa. More »

ruang seminar cempaka III

Berawal dari undangan Pemerintah Kota Bekasi melalui Ikatan Guru Indonesia (IGI) Bekasi dalam rangka program Seminar Nasional Pendidikan & Internet Sehat Bagi Guru dan PNS Pemkot Bekasi, saya kebagian jatah sebagai peserta. Alhamdulillah dengan kuota guru-guru dari kota dan kabupaten Bekasi yang sudah dibagi dapat menghadiri acar tersebut. Bersama teman-teman saya berangkat menggunakan motor menuju hotel Grand Cempaka Jakarta Pusat tempat diselenggarakannya acara seminar.

Menelusuri jalan ibukota yang tidak pernah lekang dari macet, janjian di gerbang Harapan Indah dekat rumah saya sudah disuguhi padatan kendaraan hingga melewati pasar Ujung Menteng. Ternyata karena di pasar tersebut akan ada peresmian setelah ada perapihan (bangunan baru) yang akan diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta. Berangkat pukul 09.00 tepat dan tiba di hotel Grand Cempaka pukul 09.45. Setelah muter-muter mencari parkiran motor akhirnya ketemu salah satu panitia dari Pemkot Bekasi dan langsung menuju ruang Cempaka III untuk registrasi. More »