17 Agustus 2017 menjadi hari keberkahan bagi saya dan beberapa teman guru. Selain karena kita memperingati ulang tahun kemerdekaan yang ke 72 juga karena kita bisa terus mengisi kemerdekaan dengan pengabdian yang lebih baik. Tak terasa waktu memang berjalan cepat bila seiring dengan kenyamanan yang kita rasakan dalam menjalankan aktivitas-aktivitas sehari-hari meski banyak juga “kerikil-kerikil” yang kita hadapi dalam sehari-hari. Seperti saat ini yang tak terasa pula saya sudah 9 tahun bergabung dengan keluarga besar Yayasan Mentari Indonesia Jaya (YMIJ) di Bekasi. Memori saya pun langsung teringat bagaimana dulu awal-awal saya bergabung di yayasan ini yang terbilang baru mendirikan sekolah pada waktu itu SDIT Mentari Indonesia tahun 2008. Sejak lulus kuliah tahun 2008 setelah beberapa bulan mencoba bertahan di kota pelajar Yogyakarta akhirnya saya memutuskan untuk kembali ke Bekasi dengan niat mengabdikan diri untuk daerah tercinta. More »

Present Semi Final Gnder Award UHAMKABismillaah wal hamdulillaah wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah….

Hari ini saya akan kembali berangkat ke kampus UHAMKA dalam rangka seleksi nominator Gender Award dari Pusat Studi Gender Dan Perlindungan Anak (PSGPA) Universitas Muhammadiyah Prof.Dr. HAMKA (UHAMKA). Kemarin saya mendapatkan kabar bahwa saya lolos tahap selanjutnya yaitu semi final setelah sebelumnya para nominator (kategori) kepala sekolah sekitar 15 orang melakukan seleksi tahap 2. Pada seleksi tahap 2 beragendakan briefing, FGD (Focus Group Discussion), deskripsi diri, dan studi kasus. Menurut info dari panitia pada tahap semi final ini beragendakan FGD, studi kasus, dan presentasi tentang rencana aksi dan implementasi kesetaraan dan keadilan gender di sekolah sesuai tupoksi kepala sekolah. Dalam waktu 2 hari saya mempelajari lebih dalam tentang pengarusutamaan gender berikut analisis gender. Memang bukan hal yang asing bagi saya karena sejak kuliah sudah akrab dengan istilah gender ini namun tetap saja persiapan ini membutuhkan space waktu, tenaga dan pikiran yang cukup besar di samping tugas-tugas utama saya. More »

https://www.facebook.com/indberprestasi

https://www.facebook.com/indberprestasi

Perkembangan teknologi memang tak pernah ada kata putus, baik dari segi alat, program (hardware maupun software), serta medianya. Kalau ditanya siapa yang punya akun facebook mungkin hampir semua remaja, pemuda, siswa menjawab punya dan mengangkat tangannya. Ya, facebook menjadi fenomena cyber generation (C-Generation) yang cukup awet tingkat penggunaanya jika dibandingkan dengan friendster misalnya. Alasannya mudah saja, karena fitur-fitur facebook mudah digunakan dan mendukung semua trend gaya anak muda masa kini.

Bagi pembelajar, baik siswa maupun guru sebetulnya bisa saja memanfaatkan facebook sampai dengan twiter sebagai E-learning untuk proses atau penunjang kegiatan belajar mengajar (KBM). Namun keduanya terbatas, paling tidak yang hanya bisa digunakan sebatas group, note (catatan) dan link interaksi. Nah, saat ini telah muncul sebuah media social networking semisal E-Learning (elektronik learning) dengan memadukan fitur seperti moodle dan facebook yaitu Edmodo (www.edmodo.com). Karena begitu miripnya tampilan edmodo dengan facebook sehingga banyak yang bilang kalau edmodo adalah facebooknya guru dan siswa atau dosen dan mahasiswa. Edmodo hadir dengan mengambil taggline Social Networking for Education”. More »

Pendidikan Agama Islam memiliki peranan penting dalam dunia pendidikan. Agama menjadi elan vital bagi perkembangan karakter dan kepribadian peserta didik. Di beberapa sekolah bahkan menjadikan pengajaran agama sebagai pra syarat masuk sekolah. Tak ayal muncullah beberapa sekolah (non madrasah) dengan konsep Sekolah Islam Terpadu (SIT). Terlebih di era globalisasi seperti sekarang ini dimana akhlak pelajar dari hari ke hari ada saja yang mencoreng dunia pendidikan. Bagaimana dengan sekolah umum non Islam terpadu ato non madrasah. Karena kegiatan pembelajaran agama Islam bersifat universal maka sejatinya itu bisa dilaksanakan juga di sekolah umum. More »

Rabun dan lumpuh merupakan gejala pada organ tubuh yang mengakibatkan terbatasnya manusia dalam melakukan kegiatan. Terlebih gejala tersebut bisa saja menghalangi manusia untuk mencapai tujuan. Keduanya mengindikasikan adanya hambatan dan kendala untuk memperoleh hasil. Rabun tentu terhambat dalam hal penglihatan secara fisik, lumpuh juga menghambat melakukan sesuatu secara fisik pula.

Secara lahiriyah (fisically) manusia butuh kemampuan menangkap setiap keadaan dan informasi yang mendukung kualitas dirinya. Rabun dan lumpuh bisa diartikan secara bathiniyah (mental). Dalam hal menyerap informasi dan menyampaikan informasi rabun dan lumpuh seringkali menghinggap pada aktivitas membaca dan menulis. Bagi semua profesi, membaca dan menulis hampir ditemukan dalam rangka menunjang kewajiban menjalankan tugas. Bagi karyawan mereka harus membaca standar operasional dan menuliskan laporan misalkan. Tak terkecuali bagi guru, profesi ini justeru sangat membutuhkan kompetensi membaca dan menulis. Bisa dikatakan fardhu ‘ain hukumnya. Bagaimana tidak, guru harus selalu up to date setiap informasi dalam rangka menunjang bahan ajar dan juga harus menuliskan berbagai bahan ajar serta administrasi pembelajaran sebagai agregasi dari tupoksi (tuga pokok dan fungsi) guru. More »