sumber: https://alfinfanther.wordpress.com/2012/11/10/thread-ucapan-selamat-hari-pahlawan/

Bung Karno dengan statement terkenalnya “JAS MERAH” (Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah) seakan terngiang kembali manakala tanggal 10 November hadir yang notabene sebagai hari pahlawan. Sejarah panjang perjalanan bangsa ini harus selalu kita ingat, maka hari pahlawan merupakan salah satu momentum kontemplasi terhadap perjuangan para pahlawan. Betapa beratnya perjalanan kemerdekaan Republik Indonesia yang tidak mudah diraih. Baik para pahawan, pemuda, pejuang veteran, ulama semua bersatu melawan para penjajah. Pertanyaannya sekarang sudahkah kita melanjutkan perjuangan para pahawan kita?. Bukan berjuang dengan senjata seperti yang dilakukan para pahlawan kita, namun berjuang dengan penuh semangat mengisi kemerdekaan dan membangun bangsa yang unggul dan bermartabat. Setidaknya berkarya melalui berbagai lini profesi sesuai kapasitas dan kompetensi kita itu sudah bisa dikatakan berjuang dan menjadi pahlawan masa kini. Dalam kata pahlawan ada kata “lawan”. Dulu pahlawan kita melawan penjajah, melawan ketidak adilan, melawan sekutu. Maka kini kita sebagai “pahlawan” masa kini kita harus konsisten melawan kebodohan, rasa malas, pesimis, kerusakan, agar prestasi dan nilai terbaik yang kita raih. More »

image

Ilustrasi: dokumen pribadi

Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah,
Perjuanganmu lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri. (Soekarno)

Alhamdulillah pada tanggal 17 Austus 2013 ini Allah telah antarkan kita bersama bangsa Indonesia ke usia kemerdekaan yang ke 68. Terlepas dari asumsi orang yang mengatakan bahwa kita belum merdeka secara hakiki yang jelas kemeriahan dirgahayu Republik Indonesia selalu terpancarkan di setiap tahunnya. Apalagi tahun ini peringatan hari kemerdekaan jatuh selepas idul fitri yang tentunya masih dalam suasana kegembiraan dan saling memaafkan. Merdeka secara fisik (dalam bahasa arab disebut “istiqlaal”) jelas sudah kita raih sejak 68 tahun silam. Sedangkan merdeka secara mental (dalam bahasa Arab disebut “hurriyyah”) ini yang masih belum kita rasakan secara massif, gradual, dan equal. Ada ketidak merdekaan secara “hurriyyah” bangsa ini dari epidemi korupsi, ketimpangan hukum, dan lain-lain dalam aspek sosial.
More »