Menghadiri wisuda adik saya pada hari Selasa, 21 Oktober 2014 di Balai Sudirman Jakarta tentu mengingatkan saya 6 tahun yang lalu dimana saya diwisuda di kampus tercinta. Tentu perasaan senang dan bangga itu pula yang dirasakan adik saya, Guntur Dwi Priambudhi saat ini dimana dia telah berjuang dengan tenaga dan pikiran untuk merampungkan kuliah tepat 4 tahun. Kami memang seperti memiliki konsensus yang tersirat bahwa kuliah kami tidak boleh sampai 5 tahun. Alhamdulillah setelah saya merampungkan kuliah S1 dengan masa 4 tahun sekarang dilanjutkan adik saya yang pertama juga 4 tahun dan mudah-mudahan adik saya yang bontot juga nantinya tidak sampai 5 tahun. More »

Hujan pagi ini mengiringi ta’lim rutin saya dengan jama’ah di kavling tempat saya tinggal. Namun tidak menyurutkan langkah dan semangat para jama’ah untuk berangkat sejak shubuh untuk berjama’ah shalat shubuh dan dilanjutkan ta’lim. Pekan ini terpaksa saya sudahkan ta’lim lebih awal karena saya harus bertolak menuju SMKN 27 Jakarta untuk sharing Ngeblog bersama Komunitas Sejuta Guru Ngeblog (KSJN). Sebuah komunitas besutan Omjay (guru blogger kawakan). Sejak awal pada tahun 2010 saya ikut pelatihan guru ngeblog alhamdulillah sampai saat ini masih dipercaya untuk selalu bekerjasama bersama Omjay, teman-teman IGI (Ikatan Guru Indonesia), Guraru (Guru Era Baru) dalam rangka mengembangkan skil guru pada literasi IT dan dunia kepenulisan. Sekarang ditambah lagi dengan KSJN, semoga mimpi kami dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan melalui dunia ICT semakin tersebar. More »

Saya kira kita akan sampai pada konsensus bahwa hari-hari ini merupakan hari yang sangat merepotkan. Bagi pelajar, pekerja, ibu rumah tangga, dan profesi lainnya yang terhalang aktivitasnya oleh banjir. Ya, banjir tahun ini (2013) disinyalir bahkan melebihi banjir 5 tahunan pada tahun 2002 dan 2007. Parahnya banjir kali ini ditambah dengan jebolnya Kanal Banjir Barat sehingga ada joke yang mengatakan ini sesuai dengan sila kelima dari butir pancasila yang berbunyi “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia”. Semua warga hampir terkena banjir bahkan pejabat (menteri), kantor pemda, kantor pemerintahan hingga istana presiden (termasuk pak presiden) tak luput dari kebanjiran.

Beberapa media meliput non stop dari mulai breaking news, headline news, sampai liputan live dari lokasi banjir komplit beserta para korban banjir. Hampir semua stasiun televisi memampang kalimat utama seperti “Jakarta Darurat Banjir”, “Banjir Kepung Jakarta”, “Ibu Kota Menjadi Kota Banjir”, dan yang lebih ekstrem adalah “Jakarta Tenggelam”. Dahsyatnya banjir yang juga menggenangi jantung ibu kota di bundaran Hotel Indonesia (HI) ini juga dirasakan di berbagai daerah sekitar (Jabodetabek). More »