Ramainya atmosfir politik tanah air yang tergiring dari kota Jakarta akhir-akhir ini hampir tak terhenti. Mulai dari aspek politik, budaya, ekonomi, hingga agama pun nyaris dilumat semua dalam beragam opini positif dan negatif. Semua kelompok berbondong-bondong mengklaim jagoannya yang paling ini paling itu. Media sosial penuh dengan postingan dan komentar yang tak pernah sepi dari polemik. Di kubu sebelah bertebaran postingan yang terkesan menasbihkan segala kebenaran yang keluar dari ucapan dan tindakan kelompok atau tokoh yang didukungnya. Tak jarang, postingan tendensius yang “centil” dengan gaya ke-anti mainstream-an secara masif juga disebarluaskan untuk menegaskan keberpihakannya. Di kubu lain serangannya pun tak kalah meriah untuk terus mengatakan bahwa kelompok itu salah, jelek dan tidak pro terhadap mayoritas. Ada apa dengan (anak) bangsa ini? More »

Hari ini dengan berat hati saya membatalkan diri untuk menghadiri acara deklarasi IPGI (Ikatan Profesi Guru Indonesia) di kampus UNJ Rawamangun. Saya sampaikan permohonan maaf kepada beberapa rekan di komunitas guru melalui pesan di inbox facebook. Organisasi ini lahir dari sebuah kegelisahan beberapa kawan-kawan aktivis guru yang aktif mengajar sebagai guru di sekolah. Dalam merespon berbagai isu-isu kontemporer dan kontekstual berbagai problematika pendidikan maka kami sadar perlu dibentuknya sebuah organisasi berbasis profesi yang mewadahi perjuangan guru dan upgrading serta pengembangan kompetensi keguruan yang gradual dan komprehensif dan tentunya satu visi dan misi dalam menjalani roda organisasi yang bergerak dinamis. Untuk itu selamat berjuang kawan-kawan IPGI. Kepada ketua umum, sekjen dan pengurus pusat lainnya selamat bekerja dan berkarya. More »