Pada suatu kesempatan sesi sharing training abuabbad.com ada seorang peserta bertanya, “Bagaimana caranya membagi tugas antar lintas posisi di sekolah agar tidak tumpang tindih”. Spontan saya awali jawaban peserta tersebut dengan joke, “kalau antar lintas posisi masih gampang bu, yang susah kalau antar lintas Sumatera kayak bis ALS”. Para peserta tertawa sejenak mendengar jawaban singkat saya. Maksud bagi penanya adalah antara posisi di yayasan dengan di sekolah karena pada saat itu kita sedang membahas manajemen sekolah unggul. Kebetulan penanya sama seperti saya yang mengajar di sekolah swasta. Yayasan dan sekolah, dua bagian yang berbeda namun satu kesatuan. Pada beberapa sekolah seringkali tupoksinya menjadi rancu karena tumpang tindih tadi. More »

Senin, 03-11-2014 bertempat di SMPN 4 Babelan kembali diadakan pendampingan klaster in kurikulum 2013 bagi kepala sekolah di lingkungan sub rayon 02 Kabupaten Bekasi. Diawali Pak Drs. Jamaludin selaku tuan rumah (kepala SMPN 4 Babelan) menyampaikan sambutannya dan dilanjutkan rapat sub rayon membahas berbagai info kedinasan serta program sub rayon. Sebagaimana di catatan saya tentang pendampingan kurtilas bagian 1 bahwa pelaksanaan pendampingan ini dilaksanakan dengan sistem 3 kali in dan 2 kali on (baca disana). Pada in yang kedua kali ini materi yang dibahas seputar RPP dan peran kepala sekolah terhadap kurikulum 2013. Tentu banyak beban dan tanggungjawab yang diemban kepala sekolah selaku pemimpin di sekolah. Dengan adanya kegiatan pendampingan ini para kepala sekolah pun banyak mendapatkan masukan, informasi serta motivasi dalam menjalankan tugasnya. More »

Kurikulum 2013Dalam rangka menunjang keberlangsungan kurikulum 2013 (Kurtilas) pemerintah telah mengadakan Bimbingan Teknis (Bintek) kepada guru-guru melalui Dinas Pendidikan masing-masing daerah. Bukan hanya itu, setelah bintek yang dilaksanakan selama 5 hari cukup menyita waktu dan tenaga guru kini pemerintah melalui dinas pendidikan mengadakan kegiatan pendampingan yang di daerah kami (Kabupaten Bekasi) diistilahkan klaster kurtilas. Klaster kurtilas dilaksanakan dengan metode pendampingan dimana satu sekolah induk membina 5 sekolah imbas (negeri dan swasta) dengan alokasi kegiatan selama 5 kali yaitu 3 kali kegiatan IN (dilaksanakan di sekolah induk) dan 2 kali ON (dilaksanakan di sekolah imbas masing-masing). Dari situ diharapkan para guru makin jelas dan terarah dalam melaksanakan kurtilas. Pertanyaannya sudahkan para guru mengerti dan paham pelaksanaan pembelajaran kurtilas?. Menjawab pertanyaan itu pastinya kita akan mendapatkan jawaban yang beragam. Namun, setidaknya pemerintah telah memberikan arahan dan memfasilitasi kebingungan-kebingunagn para pendidik. More »