abuabbad.com – Sabtu, 23 Februari 2019, saya berkesempatan menghadiri acara Workshop Membangun Kelas Mandiri & Kreatif Bagi Guru PAI (Pendidikan Agama Islam) Dan Madrasah Se-Kecamatan Bekasi Utara. Workshop ini merupakan kerjasama antara Yayasan Sukma, KKG (Kelompok Kerja Guru) PAI, KKMI (Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah), Kementerian Agama Kanwil Kota Bekasi, dan AGPAII (Asosiasi guru PAI Indonesia). Workshop yang diadakan di SDIT Mentari Indonesia ini dilaksanakan selama 2 hari yaitu tanggal 23-24 Februari 2019. Pada pembukaan workshop dihadiri dari unsur pemerintahan diantaranya Ketua UPTD Bekasi Utara serta Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi.

Dalam sambutannya ketua panitia menyampaikan bahwa kegiatan ini pertama kalinya diadakan gabungan antara guru PAI di sekolah dan madrasah juga jenjang SMP. Kepala UPTD Bekasi Utara, Drs. H. Abdul Latif, M.Pd menyampaikan sambutannya bahwa guru PAI mempunyai tanggungjawab yang signifikan dalam membangun karakter anak. Senada dengan itu ibu Dr. Dewi Rosita, M.Pd yang mewakili kepala dinas pendidikan menyampaikan pesan dari pak kadis serta pak walikota Bekasi untuk selalu meningkatkan kompetensi guru, disiplin, serta bekerjasama dengan sesama guru.

Dalam kesempatan tersebut saya mewakili tuan rumah dari Sekolah Islam Mentari Indonesia menyampaikan terima kasih atas kesempatannya untuk memfasilitasi para peserta. Kemudian saya mengingatkan teman-teman guru PAI bahwa saat ini kita sudah harus siap menghadapi revolusi industri 4.0 dimana guru-guru PAI juga dituntut untuk semakin produktif, kreatif, dan inovatif. Hal tersebut bisa tercipta melalui workshop-workshop seperti ini. Selain itu juga guru PAI selalu dianggap terbelakang dan konvensional sehingga ini harus kita jadikan sebagai pacu motivasi untuk menciptakan kelas-kelas yang kreatif.

Dalam penutupan sesi opening Yayasan Sukma yang menginisiasi kegiatan ini melalui direkturnya, H. Ahmad Baedowi, M.Ed menyampaikan beberapa informasi tentang program dari yayasan Sukma diantaranya membangun Sekolah Sukma Bangsa di lokasi-lokasi bencana, kemudian program BerBagi (Beranda Bagi Guru Indonesia) yang salah satu kegiatannya adalah workshop ini. Di akhir sambutannya pak Baedowi memberikan beberapa buku hasil tulisan beberapa narasumber dan pengurus Yayasan Sukma. Salah satu buku tersebut ternyata ditulis oleh dosen saya sewaktu kuliah di Jogja, mantan rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yaitu Dr. Khoirudin Bashori yang akrab disapa pak Irud. Keesokan harinya alhamdulillah saya bisa menjumpai pak Irud di sela ishoma dari sesi workshop. Berbincang seputar pengelolaan lembaga pendidikan dan peningkatan kapasitas guru menjadi inti obrolan kami.

Bersama Pak Irud (Dr. Khoirudin Bashori)

2 Comments

  1. Esih sukaesih

    Keren banget..
    Namun yang mewakili Kadis, namanya Dr. Dewi Rosita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

6 + 6 =